Suatu pertanyaan yang menarik menurut mimin pribadi.
Penyebutan untuk angakatan sastrawan pada umumnya menurut periodisasi, seperti
halnya angkatan 1945, angkatan 1950 – 1960-an, angkatan 1966 – 1970-an, dan
begitu seterusnya. Kalau mimin sebutin satu-satu ntar bias panjang wkwkwk.
Namun, terekait hal di atas adapula penyebutan angkatan
sastrawan di Indonesia yang tidak menggunakan periodisasi. Di antaranya adalah
pujangga lama, sastra melayu lama, Angkatan balai pustaka, dan angkatan
pujangga baru. Mimin jelasin satu-satu ya. Biar kita mudeng bersama :D
1. Pujangga lama
Pujangga lama merupakan angkatan yang karya
sastranya identik dengan sejarah, hikayat, syair, gurindam, dan kitab agama.
2. Sastra Melayu Lama
Sastra melayu lama merupakan karya yang
dihasilkan sekitar tahun 1870 – 1942, yang berkembang di tanah melayu, yakni
daerah sumatera dan sekitarnya.
3. Angkatan balai pustaka
Kenapa disebut angakatan balai pustaka? Karena
pada masa itu karya sastra yang terbit, ditebirkan oleh penerbit balai
pustaka. Latar belakang berdirinya penerbit balai pustaka adalah untuk mencegah
karya yang tidak seronok, karya yang tidak layak untuk dibaca, dan karya yang tidak seharusnya dinikamati oleh generasi
penerus bangsa.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Perihal Sastra Indonesia Angkatan 45
4. Pujangga Baru
Angkatan Pujangga Baru merupakan karya
sastra yang diterbitkan di majalah pujangga baru.
Sudah bisa terbaca dari periodenya, bahwa sastrawan yang booming di tahun 2000 ke atas bisa disebut dengan sastrawan angkatan 2000-an.
Nah, kurang lebih seperti itu yang mimin
ketahui. Kalau pun ada kesalahan atas apa yang mimin tulis, ayo tulis komentarmu
di kolom komentar, ya! Dan kalau dirasa artikel ini bermanfaat, yuk Share!